Announcement

Collapse
No announcement yet.

Menjauhimu Mendekati-Mu

Collapse
X
Collapse

  • Menjauhimu Mendekati-Mu

    Click image for larger version  Name:	Cover Menjauhimu, Mendekati-Mu2.jpg Views:	1 Size:	42.7 KB ID:	264
    Penulis : Desti Annor
    Harga : Rp 57.000
    ISBN : 978-623-235-188-2
    Ukuran : 15x23 cm
    Cover : Soft Cover
    Halaman : 192 halaman
    Bahan : Book Paper








    Ada banyak yang jatuh cinta, tapi buta tata cara mencinta. Menganggap, jatuh cinta sah-sah saja dilanjutkan untuk saling mencintai dan memiliki saat itu juga. Padahal, di waktu yang bersamaan, kita mengerti, kalau pelaminan masih jauh. Akhirnya, menjalin ikatan semu (pacaran), seolah dianggap wajar dan biasa dilakukan. Karena menganggap, jika harus menyampaikan rasa melalui pelaminan, akan berat dan belum cukup mampu.

    Beberapa pihak lainnya yang mengerti bahwa hubungan semu dilarang agama, justru berusaha memanipulasi hubungan semu seolah Islami. Padahal intinya, tidak ada bedanya dengan jalinan semu kebanyakan; saling tautkan rasa, saling lempar perhatian, merasa saling memiliki, chatting-an berduaan, sampai jalan berdua, bahkan kontak fisik.

    Di lain sisi, beberapa yang konsisten berpegang pada aturan agama, berhasil menjaga diri dari melakukan jalinan semu. Sayang, kebaikan yang dilakukan justru menjadikan diri merasa berhak menasihati yang masih pacaran, dengan cara-cara kurang elegan. Ujungnya, nasihat itu dibenci.

    Karena kebaikan yang disampaikan dengan cara tak baik, hanya akan melahirkan benci. Maka, kita butuh pembahasan yang komprehensif, untuk bisa membicarakan ketiga masalah itu secara bersamaan. Dari hati ke hati. Dengan bahasa yang menyentuh hati, ringan, elegan, dan solutif. Agar jangan sampai, pembahasan yang setengah-setengah dan bersifat menghakimi, justru tak dapat dipahami secara utuh dengan hati terbuka. Tentang, maksud Tuhan melarang.

    Sebab, ketika Allah menganugerahkan perasaan cinta dalam hati kita, bersamaan itu juga Allah pasti memberi jalan keluarnya. Dia tidak akan titipkan rasa, tanpa berikan solusi mengutarakannya. Jika pacaran tidak Dia perkenankan, itu artinya, ada jalan lain yang pasti Dia ajarkan. Jalan yang baik. Jalan yang benar. Jalan yang menjauhkan kita dari keburukan. Jalan yang paling cocok untuk makhluk, bernama manusia. Kita.

    Agar lebih banyak lagi anak muda yang mengerti, bahwa memilih tetap sendiri di saat kita telah jatuh hati, adalah pilihan terbaik. Karena mengerti, ada cinta yang lebih pantas kita perjuangkan, dibanding cinta tanpa ikatan suci. Agar lebih banyak dari kita yang akhirnya tegas bersikap, untuk memilih menjauhi seseorang saat ini, demi tetap dekat dengan-Nya.

    Klik disini untuk dapatkan versi ebooknya.
      Posting comments is disabled.

    Latest Articles

    Collapse

    Working...
    X